Kamis, 13 Januari 2022

Aqiqah Babakan Ciparay Bandung

 Aqiqah Babakan Ciparay Aqiqah Nurul Hayat memiliki 51 cabang tersebar se Indonesia. Salah satunya adalah aqiqah Bandung. Di Bandung memiliki 2 kantor diantaranya ada di Pusat Kota Bandung dan Cimahi. Meski begitu kami juga melayani kiriman ke wilayah Babakan Ciparay Bandung.

Aqiqah Nurul Hayat telah melayani ibadah aqiqah selama 18 tahun. Sudah dikenal oleh masyarakat bahwa rasa masakannya enak, sate empuk, gulenya segar tidak bau kambing. Dan yang terpenting sudah tersertifikat halal MUI dan syar'i.

Aqiqah Nurul Hayat, aqiqah Bandung saat ini bisa dipesan di suluruh wilayah Bandung dan sekitarnya termasuk dari Babakan Ciparay dan sekitarnya. Aqiqah Nurul Hayat terkenal rasa mantab siap Anda pesan, aqiqah merupakan ibadah sunnah yang sangat disarankan. oleh sebab itu kami ingin memberikan kemudahan bagi anda yang melaksanakan ibadah ini dengan mudah, cepat dan hemat.

Selain itu Anda tidak akan direpotkan dengan kegiatan memasak yang memang akan memakan waktu dan pikiran. Selain memasak aqiqah kami juga menyediakan nasi kotak yang juga bisa Anda pesan untuk keperluan bawaan hajatan dll. kami menyediakan berbagai pilihan isi dan harganya yang sangat terjangkau.

Aqiqah Babakan Ciparay Bandung Free Ongkir

Semua pengiriman ke wilayah Bandung dan Cimahi gratis ongkir. Berikut wilayah pengiriman kami di Bandung Raya dan Kota Cimahi:

Kecamatan Lembang

Kecamatan Parongpong

Kecamatan Cisarua

Kecamatan Cikalong Wetan

Kecamatan Cipeundeuy

Kecamatan Ngamprah

Kecamatan Ciapatat

Kecamatan Padalarang

Kecamatan Batujajar

Kecamatan Cihampelas

Kecamatan Cililin

Kecamatan Cipongkor

Kecamatan Rongga

Kecamatan Sindang Kerta

Kecamatan Gunung Halu


Kapan waktu ber-aqiqah?

Aqiqah merupakan ibadah sunnah muakkadah dalam islam. Dan hal ini juga dicontohkan oleh Rasulullah dengan menyembelih kambing ketika 7 hari bayi lahir. Mengenai aqiqah yang dilaksanakan selain hari ke 7 yakni pada hari ke 14, 21, setelah tua dan sebagainya.

Abdullah bin Buraidah dari ayahnya, menyatakan bahwa Nabi Muhamaad SAW bersabda, “Aqiqah itu disembelih di hari ke 7 atau hari ke 14 atau ke 21 (HR. Baihaqi juz 9, hal 303). Diriwayatkan di hadits tersebut mengenai diperbolehkannya untuk melakukan aqiqah di hari ke 14 dan ke 21. Hal tersebut adalah dla’if karena di dalam sanadnya terdapat perawi yang bernama Ismail bin Muslim Al-Makkiy.

Ungkapkan rasa syukur Anda atas kelahiran putra-putri Anda dengan menggunakan jasa paket aqiqah Babakan Ciparay Bandung . Dapatkan catering aqiqah di Bandung dengan harga murah dan menu beragam dari aqiqahnurulhayat.com.

Layanan Aqiqah Nurul Hayat Bandung dapat Anda pesan melalui datang langsung ke kantor kami dengan alamat dibawah ini, atau bisa pesan online juga via website.

Kamis, 21 Maret 2019

Informasi Perihal Aqiqoh Menurut Hukum Syar'i

↬Pengertian Aqiqoh

Ubaid Ashmu’i dan Zamakhsyari mengungkapkan bahwa menurut bahasa, aqiqh artinya rambut yang tumbuh di atas kepala bayi sejak lahir. Sedangkan menurut Al-Khathabi, aqiqah ialah nama kambing yang disembelih untuk kepentingan bayi. Dinamakan demikian karena kambing itu dipotong dan dibelah-belah. Ibnu faris juga menyatakan bahwa aqiqah adalah kambing yang disembelih dan rambut bayi yang dicukur.

Adapun dalil yang menyatakan bahwa kambing yang disembelih itu dinamakan aqiqah, antara lain adalah hadits yang dikeluarkan Al-Bazzar dari Atta’, dari Ibnu Abbas secara marfu’ :

“Bagi seorang anak laki-laki dua ekor aqiqah dan anak perempuan seekor”.

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan aqiqah adalah serangkaian ajaran Nabi Saw untuk anak yang baru lahir yang terdiri atas mencukur rambut bayi, memberi nama dan menyembelih hewan.
Testimoni Aqiqoh Nurul Hayat Source Image




↬Hewan Untuk Aqiqoh 

Ketentuan Hewan Aqiqah :


Hewan sembelihan aqiqah boleh dengan kambing (boleh jantan maupun betina), domba. Tidak sah aqiqah jika dilakukan dengan hewan selain diatas, seperti ayam, kelinci, atau burung.
Hewan aqiqah harus dalam keadaan sehat, tidak boleh ada cacat dan dalam keadaan sakit.
Hewan aqiqah harus merupakan hewan yang sudah layak disembelih seperti mana halnya   kurban.  Jika kambing, maka minimal sudah berusia satu tahun.
Disunnahkan dimasak terlebih dahulu.

"Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam memerintahkan mereka aqiqah untuk anak laki-laki dua kambing, dan anak perempuan satu kambing". [HR At Tirmidzi dan Ibnu Majah].

Ketentuan kambingnya disini tidak dijelaskan jenisnya, harus jantan atau boleh juga betina. Namun para ulama menyatakan, bahwa kambing aqiqah sama dengan kambing kurban dalam usia, jenis dan bebas dari aib dan cacat. Akan tetapi mereka tidak merinci tentang disyaratkan jantan atau betina. Oleh karena itu, kata "syah" dalam hadits di atas, menurut bahasa Arab dan istilah syari’at mencakup kambing atau domba, baik jantan maupun betina. Tidak ada satu hadits atau atsar yang mensyaratkan jantan dalam hewan kurban. Pengertian "syah" dikembalikan kepada pengertian syariat dan bahasa Arab.

Dengan demikian, maka sah bila seseorang menyembelih kambing betina dalam kurban dan aqiqah, walaupun yang utama dan dicontohkan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam ialah kambing jantan yang bertanduk. Wallahu a’lam.


Distribusi Masakan aqiqah :

Setelah disembelihnya hewan aqiqah, maka para ulama menganjurkan untuk membaginya menjadi tiga bagian. Sepertiga pertama untuk ahlul bait (kerabat dekat) sepertiga kedua untuk diberikan kepada orang lain sebagai hadiah, dan sepertiga terakhir untuk dijadikan sebagai sedekah.

Dianjurkan pula bahwa pemberian untuk sedekah dan hadiah, lebih utama jika dilakukan setelah daging tadi dimasak oleh ahlulbait, tidak dibagikan dalam keadaan masih mentah. Hal ini mengingat tidak semua fakir miskin dalam keadaan mampu untuk memasak daging yang diberikannya, dan kalaupun sanggup akan menambah beban mereka. Maka yang paling utama adalah meringankan beban mereka dan memberikan kebahagiaan dan kesenangan bagi mereka.

Jumlah Hewan aqiqah :

Jumlah hewan Aqiqah untuk anak laki-laki dua ekor sedangkan untuk anak perempuan satu ekor. Akan tetapi jika tidak mampu dua ekor untuk anak laki-laki maka seekorpun boleh. Hal ini InsyaAllah tidak akan mengurangi nilai Aqiqah, Asal kita jujur dan tidak berpura-pura tidak mampu. Sebab, sebagimana tampak dalam hadist yang bersumber dari Ibnu Abbas, Rasulullah pernah meng-Aqiqahi Hasan dan Huein masing-masing seekor kibasy.


Hewan Untuk Aqiqoh Source Image



↬Perbedaan Antara Aqiqoh dan Qurban 

Jika pelaksanaan aqiqah bertepatan dengan bulan–bulan haji, apakah bisa digabungkan antara hewan qurban dengan aqiqah, dengan melaksanakan salah satunya saja. Ataukah antara aqiqah dan kurban itu sendiri merupakan hal yang sama?

Untuk permasalahan ini, para ulama kembali terbagi menjadi dua bagian ;

Bahwa hewan qurban jika digabungkan dengan aqiqah, karena bertepatan dengan bulan haji, maka tidak menjadi masalah bagi ulama hambali, dan Muhammad bin Sirin serta Hasan Bashri. Diceritakan dalam satu riwayat bahwa ayah dari imam Ahmad, yaitu Hambal pernah membeli hewan qurban dan menyembelihnya di bulan haji dengan niat qurban sekaigus aqiqah.  Dengan alasan inilah ulama di atas membolehkan kurban dan aqiqah dilaksanakan pada satu waktu dan satu niat, yaitu ketika idul adha.
Yaitu pendapat ulama Maliki, yang berpendapat bahwa qurban dan aqiqah adalah hal yang berbeda. Dalam segi syariat keduanya sudah berbeda, sebab disyariatkan keduanya juga berbeda. Maka qurban dan aqiqah tidak bisa digabungkan satu sama yang lainnya.

Aqiqah dan Qurban, mana yang lebih didahulukan?
Qurban Atau Aqiqoh yaa? Images source


Mayoritas ulama berpendapat bahwa aqiqah maupun qurban hukumnya sunah muakkad (yang sangat ditekankan). Disebutkan dalam riwayat Muslim dari sahabat Ummu Salamah bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:


“Apabila kalian melihat hilal bulan dzulhijah dan kalian hendak berqurban maka jangan menyentuh rambut dan kukunya.”

Kalimat: ‘hendak berkurban’ menunjukkan bahwa qurban hukumnya sunah dan tidak wajib.
Berdasarkan hal ini, yang terbaik adalah seseorang melaksanakan kedua sunah tersebut bersamaan. Karena keduanya dianjurkan untuk dilaksanakan. Jika tidak mampu melakukan keduanya dan waktu aqiqah berbeda di selain hari qurban, maka hendaknya mendahulukan yang lebih awal waktu pelaksanaannya. Akan tetapi jika akikahnya bertepatan dengan hari raya qurban, dan tidak mampu untuk menyembelih dua ekor kambing untuk akikah dan satunya untuk qurban, pendapat yang lebih kuat, sebaiknya mengambil pendapat ulama yang membolehkan menggabungkan aqiqah dan qurban.



Siapa yang memiliki Tanggung Jawab dalam Pelaksanaan Aqiqoh ? 

Pertama :
Kalangan Hambali dan Maliki, berpendapat bahwa yang bertanggungjawab atas syariat aqiqah sesuai dengan khitab hadits yang telah disebutkan diatas, yaitu orang tua laki – laki, sang ayah. Dikuatkan kembali oleh pendapat imam Ahmad ketika ditanya mengenai seseorang yang belum diaqiqahkan oleh ayahnya bagaimana hukumnya, beliau menjawab : kewajiban itu atas ayahnya.

Kedua :
Jika si anak memiliki harta dan mampu melakukannya sendiri, maka dia yang bertanggung jawab atas dirinya sendiri. Akan tetapi jika tidak mampu dan masih memiliki ayah, maka ayahnya yang tanggungjawab. Sementara jika ia tidak mampu dan tidak lagi memiliki ayah, maka kewajibannya bagi sang ibu. Sebagaimana pendapat Ibnu Hazm adhzahiri.

Ketiga :
Yang berhak mengaqiqahkan anak, adalah mereka yang bertanggungjawab dalam memberi nafkah atas kehidupan sehari – harinya ( wali ). Tidak mesti orang tua. Seperti yang dilakukan oleh Rasulullah saw, yang mengaqiqahkan cucu beliau Hasan dan Husein. Karena menurut beberapa pendapat bahwa Ali kala itu sedang dalam keadaan terhimpit. Ada yang mengatakan bahwa Ali sebelumhya memberikan hewan aqiqah kepada Rasul untuk kedua puteranya. Yang jelas, ini merupakan pendapat Imam Syafi’i, bahwa kewajiban aqiqah atas anak, kembali kepada orang yang memelihara dan memberi nafkah padanya.

Keempat :

Yang bertanggungjawab atas aqiqah seorang anak, bukan ayah, bukan ibu dan bukan orang yang memberi nafkah hidupnya. Melainkan tidak ada orang yang tertentu yang diberikan kewajiban khusus untuk melaksanakan aqiqah. Sebagaimana di hadits – hadits yang telah disebutkan tidak ada “ qayid “ yang jelas bahwa kewajibannya khusus sang ayah, ibu, ataupun wali. Oleh karena itu sah – sah saja jika yang malaksanakannya orang lain selain mereka, seperti paman, sanak saudara atau bahkan orang asing sekalipun. Ini pendapat imam Ibnu Hajar dan Syaukani.

Dari berbagai macam pendapat diatas, kita dapat menarik kesimpulan tidak ada pendapat yang sepakat ditentukan oleh ulama mengenai siapa yang bertanggungjawab dalam hal mengaqiqahkan sang anak. Maka menurut kami, yang berhak pertama kali adalah sang ayah, kemudian wali atau orang yang mengasuhnya, kemudian jika ada dari sanak saudaranya yang ingin mengaqiqahkannya maka itu juga diperbolehkan.



↬Aqiqoh Bagi Orang Dewasa 

Belum pernah diaqiqah, padahal sudah baligh

Bagaimana hukumnya seseorang yang sudah besar tapi belum pernah diaqiqahkan oleh orang tuanya. Apakah dia masih harus aqiqah walau orang tuanya sudah meninggal ? Lalu bolehkan melaksanaan aqiqah sendiri?

Dalam permasalahan ini, ulama terbagi kepada dua pendapat :
Pertama :
          Disunahkan bagi mereka yang belum sempat diaqiqahkan oleh orang tuanya, untuk melaksanakan aqiqah sendiri. Sebagaimana pendapat Atho’ , Hasan, Muhammad bin Sirin, dan sebagian kalangan Syafi’i. Mereka menjadikan hadits yang menjelaskan bahwa nabi saw pernah melakukan aqiqah untuk dirinya sendiri sebagimana termaktub dalam kitab I'anathutholibin (Syarah dan kitab Fathul Mu'in Jus 2 Halaman 336) Bahawa Rasulullah Muhammad SAW melaksanakan Aqiqah untuk dirinnya sendiri sesudah beliau diangkat menjadi nabi (usia 40 tahun) 

Kedua :
         Tidak diwajibkan pada seorang anak yang belum sempat diaqiqahkan oleh orang tuanya untuk melakukan aqiqah sendiri. Karena aqiqah pada asalnya disyariatkan kepada orang tua atau wali yang memeliharanya. Maka tidak ada perintah untuk melakukannya sendiri. Pendapat ini yang dijadikan landasan kalangan Syafi’i dan Ahmad bin Hambal.

Setelah jelas dua pendapat diatas, dan lemahnya dalil yang dijadikan landasan pendapat pertama. Terdapat beberapa keterangan dari para ulama terdahulu yang menjelaskan bahwa mereka melakukan aqiqah secara sendiri. Seperti keterangan yang didapatkan dari Imam Hasan al Bashri : “ jika belum sempat diaqiqahkan, maka lakukanlah aqiqah sendiri bagi anak laki – laki “. Sebagaimana ungkapan Muhammad bin Sirin : “ aku melakukan aqiqahqu sendiri dengan seekor kambing “.

         Dari keterangan berikut dapat disimpulkan bahwa ulama tidak melarang untuk melakukannya secara sendiri. Maka bagi yang belum sempat diaqiqahkan oleh kedua orangtuanya, tidak mengapa jika ingin melakukannya sendiri. Sebagaimana tidak ada larangan untuk tidak melaksanakannya.


↬Hukum Aqiqoh

Sebagimana diungkapkan oleh Abdullah Nashih Ulwan dalam kitab Tarbiyatul Aulad fi Al-Islam, pendapat para fuqoha tentang hukum aqiqah terbagi menjadi tiga.

Pertama  adalah pendapat yang menyatakan bahwa aqiqah itu sunnah yang merupakan pendapat dari Imam Malik, Imam Syafi'i, Imam Ahmad dan Abu Tsaur.

Kedua, pendapat yang menyatakan bahwa aqiqah itu adalah Wajib. ini merupakan pendapat dari Imam Hasan Al - Bashri, Al-Laits Ibnu Sa'ad dan yang lainnya. Dasar pendapat mereka adalah hadist yang diriwayatkan Muraidah dan Ishaq Bin Ruhawiah yang artinya : "Sesungguhnya manusia itu pada hari kiamat akan dimintakan pertanggungjawabannya atas Aqiqahnya seperti halnya pertanggungjawaban atas lima waktunnya"

Ketiga, pendapat yang menolak disyariatkannya Aqiqah, Ini adalah pendapat ahli fiqih Hanafiah. Mereka berdasarkan pada hadist Abu Rafi, Bahwa Rasulullah pernah berkata kepada Fatimah, "Jangan engkau mengaqiqahinya tetapi cukurlah rambunya". Namun, dari mayoritas pada fuqoha berpendapat bahwa konteks hadist tersebut justru menguatkan disunnahkan dan dianjurkannya aqiqah, sebab Rasullulah sendiri telah mengaqiqahi Hasan dan Husein. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa mengaqiqahi anak itu sunnah dan diajurkan.

Hukum-Hukum Aqiqoh images source

HARGA AQIQOH BOGOR

Harga Aqiqah Bogor Nurul Hayat, harga paket Aqiqah kambing masak (harga perekor Kambing) sebagai berikut:

1. Platinum
Kambing Betina          :  Rp 2.630.000
Kambing Jantan          :  Rp 4.230.000
Sate                              550 tusuk
Gule                              180 porsi

2. Istimewa
Kambing Betina          :  Rp 2.280.000
Kambing Jantan          :  Rp 3.755.000
Sate                               450 tusuk
Gule                               140 porsi

3. Super
Kambing Betina          :  Rp 1.780.000
Kambing Jantan          :  Rp 3.030.000
Sate                               300 tusuk
Gule                               100 porsi

4. Puas
Kambing Betina          :  Rp 1.630.000
Kambing Jantan          :  Rp 2.755.000
Sate                               250 tusuk
Gule                               80 porsi

5. Tasyakuran
Kambing Betina          :  Rp 1.400.000
Kambing Jantan          :  -
Sate                               150 tusuk
Gule                               40 porsi



Lebih praktis aqiqah plus Nasi Kotak. Siap langsung diantarkan :

1. Platinum
Paket Kambing Betina              :  Rp 6.140.000
Paket Kambing Jantan              :  Rp 7.740.000
Jumlah Kotakan                          180 kotak

2. Istimewa
Paket Kambing Betina               :  Rp 5.010.000
Paket Kambing Jantan               :  Rp 6.485.000
Jumlah Kotakan                            140 kotak

3. Super
Paket Kambing Betina               :  Rp 3.730.000
Paket Kambing Jantan               :  Rp 4.980.000
Jumlah Kotakan                           100 kotak

4. Puas
Paket Kambing Betina                :  Rp 3.190.000
Paket Kambing Jantan                :  Rp 4.315.000
Jumlah Kotakan                            80 kotak

5. Tasyakuran*
Paket Kambing Betina                 :  Rp 2.180.000
Paket Kambing Jantan                 :  -
Jumlah Kotakan                             40 kotak

 * Type Tasyakuran belum memenuhi ketentuan kambing Aqiqah.

 
Paket Lezat Aqiqoh Nurul Hayat


Terpampang Kelezatan dan Keelokan Paket Aqiqoh Nurul Hayat dari Sisi Samping

Pilihan Paket Lezat Tipe 1

Pilihan Paket lezat Tipe 2

Kemasan Aqiqoh Nurul Hayat


Menu Nasi Kotak terdiri dari :

1. Nasi putih
2. Tiga tusuk sate*
3. Sambal goreng ketang ati 
4. Satu cup gule*
5. Acar kuning
6. Sambal
7. Krupuk Udang
8. Buah pisang 
9. Alat makan (tisue, sendok, tusuk gigi)
10. Box Nasi Esklusif ukuran 22x22 cm

Catatan: *Sate dan gule dari Paket Aqiqah Kambing Masak




HUBUNGI
LOKASI

Selamat Datang di situs Aqiqoh Bogor Nurul Hayat

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh



Selamat datang dalam situs resmi kami...

 "Aqiqoh Nurul Hayat Bogor"


Kami menyediakan jasa layanan Aqiqoh terbaik nomor 1 di Indonesia khususnya untuk daerah Bogor dan sekitarnya.
Aqiqoh Terbesar di Indonesia (telah hadir di 65 Kota)


Daging kambing yang kami gunakan adalah daging yang kami ternak dengan perawatan ekstra. Sudah dijamin kehalalannya oleh MUI dan tentunya kelezatannya membuat Anda akan merasa ketagihan.



Mengapa Harus di Nurul Hayat?

1. Proses penyembelihan kambing dijamin memenuhi syarat sahnya Aqiqoh dan telah tersertifikasi HALAL dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), bahkan tersertifikasipula oleh Dinas Kesehatan dengan nomor : 503.443.51/JB-08618/436.6.3/VIII/2012.

2. Tersedia pilihan hewan mentah mauapun masakan siap saji.

3. Kualitas dan rasa masakan terjamin lezat karena dikelola dan dimasak oleh juru masak yang berpengalaman dan bersertifikasi

4. Aqiqah Anda Insya Allah berkah karena di sini anda sekaligus bersedekah (setelah dikurangi biaya operasional keuntungan dari usaha ini digunakan untuk mendukung program beasiswa tiap semester 4500 anak yatim).

5. Pemesan mendapat 50 eksemplar Risalah Aqiqoh dan untuk Tasyakuran akan mendapat 50 eksemplar Risalah Do’a.

6. selain itu hasil penjualan Aqiqah ini oleh pihak Nurul Hayat akan didistribusikan ke panti-panti asuhan dan desa untuk support program dakwah.
Puluhan Ribu Pelanggan sangat memercayai pelayanan kami.Alhamdulillah... kami dapat memasok Lebih dari 3000 kambing setiap bulannya.



Tidak ada keraguan untuk kelezatan Aqiqoh Nurul Hayat, dijamin 'Muaknyuss'!





Aqiqoh Nurul Hayat Higienis dan Dimasak Oleh Koki yang berpengalaman dan tersertifikasi



Aqiqoh Nurul Hayat Bebas MSG dan Bahan Pengawet Makanan Lainnya


TAHUKAH ANDA?


AQIQOH NURUL HAYAT ADALAH AQIQOH TERBESAR
Berpengalaman dan telah dipercaya puluhan ribu pelanggan. Membantu ibadah Aqiqah ummat lebih dari 3000 kambing setiap bulannya. dan terdistribusi hingga 65 kota di seluruh Indonesia.

HALAL
Pilihan hewan, proses penyembelihan dan masakannya dijamin memenuhi syarat sahnya Aqiqah dan telah tersertifikasi HALAL dari majelis Ulama Indonesia MUI


Label Halal Dari MUI


BERNILAI SEDEKAH
Aqiqah Anda Insyaa Allah semakin berkah karena semua keuntungan penjualan digunakan untuk mendukung program dakwah dan sosial Nurul Hayat. Hanya disini Anda beraqiqah sekaligus bernilai sedekah


Aqiqoh Nurul Hayat Bernilai Sedekah


~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~``~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~


AQIQAH BOGOR
Jalan KH. Achmad Adnawijaya Blok DI No. 1, Bogor
Telp. (0251) 8353612 / 082211165600 (WA)